Minggu, 15 November 2015


perhatikan waktu yang selalu berjalan maju | bila engkau malah mundur itu salahmu
namun sesekali aku menengok sembari tersenyum sendiri | menertawakan masa muda saat akal masih setengah jadi
mengingat kebodohan dan kenekadan khas keremajaan | menyesali selaksa salah yang tak sempat termaafkan...
melepas ingatan masa lalu tentangmu dan tentang kita | lalu memohon ampun atas kesalahan yang pernah ada
kisah hidup kita mungkin tak sempurna | namun itu bagian pembelajaran sempurna
segala kata yang tak sempat terucap | semua rasa yang tak sempat terungkap | biarlah jadi mimpi saat kita terlelap
perih dan sedih adalah bagian pembentuk jiwa | tanpanya kita bukan manusia yang bermakna
biar waktu yang mengajarkan kita untuk melupakan | biar Allah yang menjadi sebab keputusan
satu hari nanti bila kita bersua bersama kita syukuri hari ini | saat akhirnya kita mencintai Allah lebih dari dirimu dan diriku
sekarang waktunya aku melanjutkan perjalanan | hidupku sudah menunggu, tapi.. terimakasih untuk semuanya..
rindu menulis, rindu baca novel baru frown emotikon
apadaya tugas menanti
tapi lebih sering terbengkalai akibat kehabisan waktu lebih banyak di pulau kapuk nan rupawan 
#‎loh_tepokjidatsendiri gasp emotikon haha
.. jika merindukan dirimu belum boleh, maka izinkanlah aku untuk melipat bayangmu, dan akan kusimpan rapih di saku bajuku...




... angin malam memberitahuku, katanya engkau sedang merindu. sabarlah cinta. aku titipkan rinduku pada mentari timur. saat rasa itu menyerangmu lagi, cobalah untuk menyentuh cahaya pagi, rasakan kehangatannya, itulah aku...